Terik matahari penghujung Desember, silau, menyengat.
Aku tak suka panas,
panas selalu membuat kepalaku pusing.
Lalu… ada yang menghampiri.
Mengherankan, dalam sekejap pandanganku jadi teduh.
Bukan karena awan, bukan karena angin.
Yang kulihat sangat biasa, sangat sederhana tapi indah.
Sungguh indah…
wajahmu di bawah sinar matahari.
Jl. Panjang, Desember 2008
Monday, February 7, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)
