
Berikut adalah artikel yang saya buat untuk sebuah majalah komik. Laporan ringan perjalanan di negeri Sakura.
"Shitsuke, disiplin ala Jepang"
Hai Cherry-Girls, setelah di volume-volume lalu Cherry mengajak kamu jalan-jalan ke daerah wisata di Jepang, kali ini Cherry mengajak kamu menengok rutinitas keseharian orang Jepang khususnya di Tokyo. Ternyata ada yang seru dan uniknya juga, lho. Yuk, kita simak bareng-bareng!
Cherry-Girls pasti pernah dengar tentang sifat orang Jepang yang sangat disiplin, kan? Bahkan katanya disiplin itu sudah jadi budaya, ciri khas bangsa Jepang. Sebenarnya ada banyak penelitian tentang asal muasal “Shitsuke” atau kedisiplinan bangsa Jepang ini. Dari penelitian-penelitian itu lahirlah teori yang bilang sikap disiplin adalah warisan nilai Bushido (militer) yang pernah ditanamkan pada masyarakat Jepang tempo dulu. Ada juga teori yang bilang kedisiplinan itu lahir karena pengaruh iklim Jepang yang menuntut rakyatnya harus “patuh” pada perubahan musim agar bisa bertahan hidup. Yah, pokoknya apapun itu, yang bisa kita lihat, bangsa Jepang sangat terkenal dengan sikap disiplin mereka misalnya soal ketepatan waktu, antre naik bus atau kereta dan juga menyeberang jalan. Nah, untuk hal yang terakhir ini Cherry punya liputannya khusus buat Cherry-Girls, lho.
Di Jepang, khususnya di Tokyo jumlah pejalan kaki jauh lebih banyak daripada orang yang naik kendaraan, apalagi kendaraan pribadi. Karena itulah sebagai pemakai jalan mayoritas, pejalan kaki sangat diutamakan.
Jadi rambu-rambu lalu lintas yang ada, tidak hanya ditujukan untuk kendaraan tapi juga untuk pejalan kaki. Di jalan raya, kita akan banyak menemukan lampu lalu lintas khusus untuk mengatur pejalan kaki. Saat lampunya merah, berarti pejalan kaki harus menunggu di tepi jalan hingga lampu hijau, barulah giliran mereka menyeberang. Saat lampunya hijau, ada suara penanda, seperti suara burung, “kukuk, kukuk”. Suara itu akan terus terdengar sampai lampunya berubah jadi merah lagi.
Sepanjang pengamatan Cherry, para pejalan kaki patuh menunggu lampu hijau, jadi sangat jarang tuh adegan orang menyeberang saat lampu merah meskipun kondisi jalan sepi kendaraan. Wah, kebayang kan bedanya dengan di sini?
Waktu di sana, Cherry juga sabar menunggu di tepi jalan dengan pejalan kaki lainnya, lho. Sikap disiplin seperti ini memang sangat bagus untuk ditiru, kan! Selain demi keamanan diri sendiri, patuh di jalan pasti bikin teratur dan lancar.
Jadi Cherry-Girls, kalau kapan-kapan ada kesempatan main ke Jepang, jangan menyeberang sembarangan, ya, soalnya nanti malah malu. ^_^ (amenotoki)
Dimuat di edisi 42, April 2010
