Thursday, September 3, 2009

La Tahzan - bahkan waktu hujan

Untuk kaki yang pernah berdiri gemetar
Teruslah istiqamah menyempurnakan ihtiar
Percayalah doa-doa malammu pasti dipeluk Tuhan.

Untuk hati yang sempat terisi, lalu ditinggalkan
Teruslah menguat dengan kesabaran
Berserahlah pada kebaikan Tuhan yang telah melembutkan kerasmu dengan pedihnya kehilangan.

Untuk cinta yang hampir mekar, lalu diabaikan
Teruslah tumbuh dalam keikhlasan
Jangan tanya kenapa kau bertepuk sebelah tangan
Sesungguhnya Tuhan tengah memperindahmu untuk dipersembahkan.